
Sejarah Berdirinya SMA Negeri 1 Purworejo
SMA Negeri 1 Purworejo berdiri pada tahun 1954, diprakarsai oleh Keluarga Besar Tentara Pelajar (KBTP) Detasemen III Brigade 17. KBTP terdorong untuk memprakarsai berdirinya sekolah menengah atas karena kesulitan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak setamat sekolah menengah pertama. Pada saat itu sekolah menengah atas hanya terdapat di ibukota karesidenan. KBPT pusat kemudian menerbitkan Surat Penetapan KBPT Pusat tertanggal 2 Juni 1954 Nomor 219/P.E/KU/54 yang berisi pembentukan Panitia Pendiri Persiapan SMA B, C Kedu Selatan.
Berdasarkan surat penetapan tersebut, dibukalah sekolah setingkat SMA bertempat di sekolah rakyat Cemara Jalan Tribrata (sekarang bernama jalan Mayjen Sutoyo). Panitia pendiri SMA ini terdiri dari 5 orang dengan ketua Sobroto, wakil ketua Imam Subechi, penasehat R Soerarjo Sastroprojo, Bupati Purworejo saat itu dan mayor Panuju, Komandan Batalyon Infanteri Purworejo saat itu. Kepala sekolah pertama adalah Imam Pratignyo. Pada perjalanannya kemudian atas ijin bupati, sekolah ini menempati Gedung Balai Rakyat yang sebelumnya digunakan sebagai Gedung Pemuda (saat ini merupakan gedung Dewan Perwakilan Daerah). Sekolah SMA B, C Kedu Selatanini kemudian dinyatakan sebagai sekolah negeri pada tanggal 1 Agustus 1955 menjadi SMA Negeri Purworejo dan diresmikan oleh Prof. Yamin, Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan (PP dan K) pada saat itu.
Pada tahun 1958, kantor Departemen PP dan K membeli tanah yang ditujukan untuk membangun gedung SMA Negeri Purworejo di jalan Kutoarjo (sekarang bernama jalan Tentara Pelajar) seluas 2 hektar. Pembangunan gedung SMA dilaksanakan tetapi sempat terhenti karena peristiwa G30SPKI, sehingga pembelajaran dilak- sanakan di dua tempat yaitu di gedung lama, gedung Balai Rakyat dan di gedung baru, di jalan Kutoarjo sampai tahun 1975. Pada tahun 1976 pembelajaran bisa dilaksanakan di gedung baru sampai sekarang yaitu di jalan Kutoarjo yang sekarang bernama jalan Tentara Pelajar nomor 55 Purworejo.