
GAMMA GADING – SMA Negeri 1 Purworejo mengadakan acara “Smansa Bersholawat” guna menutup serangkaian Lustrum XIV pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025 di Aula sekolah. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi yang tampak membawa bendera merah putih kecil sebagai simbol partisipasi dan semangat kebersamaan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS dan Rohis berlangsung dengan khidmat menjadi penutup yang penuh makna, menguatkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlakul karimah, serta mempererat silaturahmi antarwarga sekolah dan masyarakat.
Rizky Bagus selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, kegiatan ini telah dipersiapkan sejak Januari tahun lalu, mulai dari perencanaan konsep, mengundang narasumber yaitu, Gus Alif Al-Mundzir, Habib Muhammad bin Yahya Baraqbah, dan KH Zaenal Abidin Al-Hafdz. “Smansa Bersholawat” juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Kapolsek, Rohis dari SMA Negeri 6 Purworejo, Rohis SMA Negeri 7 Purworejo, Rohis SMK Negeri 1 Purworejo, Rohis SMK Negeri 3 Purworejo, serta pihak Ganesha Lens Club (GLC) dan jurnalistik Gamma Gading.

Kegiatan dimulai dengan penampilan hadroh Rohis SMA Negeri 1 Purworejo, dilanjutkan sambutan oleh Cahyo Winarno, S.Pd., M.Pd. selaku Plt. Kepala Sekolah yang menegaskan tujuan kegiatan ini, “Pada kegiatan rangkaian lustrum kali ini, SMA Negeri 1 Purworejo mengadakan kegiatan Smansa Bersholawat. Hal ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, dan unggul. Sekolah mempertanggungjawabkan kepada orang tua, bahwa anak-anak kita dukung untuk menjadi akhlakul karimah, tunjukkan karakter SMA Negeri 1 Purworejo,”
“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya acara ini karena selalu mendukung kualitas SMA Negeri 1 Purworejo agar selalu menjadi yang terdepan dan terbaik. Semoga harapan anak-anak semua tercapai,” ungkap Hermawan Wahyu Utomo, ST, MSi selaku Ketua Komite pada sambutannya.
Sholawatan menggema di seluruh ruangan sebelum ceramah disampaikan oleh Habib Muhammad bin Yahya Baraqbah. Dalam pesannya, beliau mengingatkan pentingnya mencintai tanah air dan budaya sendiri. “Jika kamu mencintai negara, pasti kamu mencintai kota kelahiranmu. Menyukai bahasa asing itu boleh, tetapi kalian harus lebih mencintai bahasa Indonesia. Kenali Indonesia sebelum kamu pergi ke luar negeri. Jangan sampai budaya kita hilang,” pesannya.

Acara sholawatan berlangsung hingga siang hari, yang kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng, dan ditutup secara resmi oleh panitia, sehingga menandai berakhirnya seluruh rangkaian Lustrum XIV SMA Negeri 1 Purworejo.
Melalui kerja sama lintas lembaga ini, SMA Negeri 1 Purworejo berharap syiar Islam dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat komitmen sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai religius dan karakter unggul.
(Nawang, Alena, Dyah)