REKOLEKSI SISWA-SISWI KRISTIANI SMA NEGERI 1 PURWOREJO SEBAGAI BUKTI TOLORENSI

GAMMA GADING – Siswa-siswi Kristiani SMA Negeri 1 Purworejo mengikuti kegiatan Rekoleksi bertemakan “Growing the Heart” dengan sukses pada Rabu, 6 Agustus 2025 yang bertempat di Joglo Mitra Kinasih Jl. Jenderal Sudirman No. 9, Purworejo. Panitia turut mengundang Dlo. Sdr. Rivaldi Anjar Saputra, S.Psi., M.Fil., sebagai penyampai firman.

Sih Mahanani, S.Pd., mengatakan, “Tujuan acara ini diadakan itu untuk membangun iman dari anak-anak Kristen Protestan dan Katolik SMA Negeri 1 Purworejo. Kemudian juga karena ini masuk dalam rangkaian acara lustrum, anak-anak juga akan membawa rasa cinta itu untuk SMA Negeri 1 Purworejo baik sekarang ketika masih menjadi siswa maupun nanti setelah lulus dari sekolah.”

Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Lintang Anggraeni S.Si., M.Si. Dilanjutkan dengan penulisan di sticky notes tentang hal baik yang pernah dilakukan diri sendiri kepada orang lain dan hal berkesan yang pernah dilakukan orang lain kepada dirinya sendiri yang ditempelkan di pohon kebaikan. Memasuki acara, Andita Gracia dan Aishiteru Lembayung mempimpin puji-pujian, dan disambung dengan doa serta penyampaian firman oleh Dlo. Sdr. Rivaldi Anjar Saputra, S.Psi., M.Fil.

2 Korintus 4:16 menjadi ayat utama dalam penyampaian firman pada rekoleksi kali ini yang berbunyi, “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibarui dari sehari ke sehari.” Berdasarkan ayat itu, Rivaldi Anjar Saputra  menjelaskan bahwa hidup manusia harus seimbang antara lahiriah dan batiniah agar tidak menjadi tawar. Agar mudah dimengerti oleh pendengar, Rivaldi juga memasukan problem-problem yang dialami oleh anak muda, seperti stres dan depresi dikarenakan banyaknya tugas dan tekanan yang dihadapi. Penyampaian materi yang disertai canda membuat peserta rekoleksi menjadi terhibur dan bahagia.

Sebagai ayat pendukung, 2 Korintus 4:17-18 dan 2 Korintus 5:9 menjadi alasan mengapa jemaat di Korintus bisa kuat menghadapi segala masalah yang datang. Rivaldi menyimpulkan menggunakan istilah populer “Ora Et Labora” yang berarti bekerja dan berdoa. Maksudnya adalah kita perlu menyeimbangkan antara bekerja yang merupakan kegiatan lahiriah dan berdoa yang merupakan aktivitas batiniah. Dengan melakukan itu, diyakini bahwa kita akan sukses dan berhasil ke depannya. Ditekankan juga bahwa hati kita harus tumbuh, baik ke atas yang menggambarkan hubungan dengan Tuhan maupun ke samping yang menghubungkan dengan relasi sesama manusia, seperti salib yang membentuk arah vertikal dan horisontal.

“Teman-teman terus semangat, kalian punya masa depan yang indah, tetapi tergantung dari teman-teman seberapa teman-teman mau berusaha dan berjuang. Memang kita tidak akan menuai kebaikan itu sekarang, tetapi tuaian itu nanti akan diterima di ke depan hari. Jadi yang kalian usahakan sekarang kalian akan merasakannya di masa depan. Jadi semangat dan teruslah bertumbuh di dalam Tuhan dan juga bertumbuhlah di dalam hati teman-teman dan juga kepada sesama,” kata Rivaldi Anjar Saputra menegaskan dan sekaligus menutup renungan Firman Tuhan.

Kristanti Sri Purwati S.Sn. menyampaikan harapan dalam sambutannya, “kegiatan rekoleksi kali ini diharapkan mampu semakin mendewasakan iman dan bertumbuhnya iman siswa-siswi Kristen Protestan dan Katolik yang ada di SMA Negeri 1 Purworejo.”

Pendapat tersebut juga dipertegas lagi oleh salah satu siswa bernama Magnis Radik Semeru. Dikatakan bahwa ia dan teman-teman mendapat banyak sekali manfaat setelah mengikuti acara ini. Pertama, mereka jadi punya relasi yang kuat terkhusus pada teman-teman yang satu iman Kristiani. Lalu yang kedua, membuat imannya bertumbuh, karena topik yang disampaikan tadi membahas tentang bagaimana cara anak Tuhan menumbuhkan keseimbangan antara jiwa dan iman. Selanjutnya, yang ketiga adalah mengasyikkan, sebab acara dibuat dengan semenarik mungkin oleh panitia.

Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai mini games yang mengasyikkan dan menghibur, antara lain mencocokkan gambar dengan mata tertutup dan memasukkan pensil ke botol (melatih kerjasama tim).  Selanjutnya siswa-siswi peserta rekoleksi melakukan prosesi tukar kado dan pembagian hadiah bagi para pemenang mini games. Setelah semua rangkaian acara selesai, untuk mengakhiri dilakukan doa penutup yang dipimpin oleh Jaga Dhita Damar.

(Josafat, Zefanya)